PatiToday.com, MAGELANG – Ketua Dewan Penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah, KH Yusuf Cludhori, berharap organisasi perusahaan media siber tersebut mampu menjadi benteng idealisme pers sekaligus memperkuat ukhuwah atau persaudaraan antarpengelola media.
Pesan itu disampaikan Gus Yusuf, sapaan akrab KH Yusuf Cludhori, saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus SMSI Jawa Tengah beserta sejumlah koordinator wilayah di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, Gus Yusuf mengungkapkan bahwa dirinya semula tidak banyak mengetahui tentang SMSI. Namun, ia bersedia menjadi bagian dari organisasi tersebut karena melihat adanya niat baik untuk membangun dunia pers.
"Jujur saya awalnya tidak tahu, apalagi paham apa itu SMSI (Serikat Media Siber Indonesia). Saya bersedia menjadi penasihat karena niat baik, dan berharap SMSI dapat menjadi benteng idealisme dan ukhuwah," ungkap Gus Yusuf.
Menurutnya, keberadaan pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. Pers bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga menjalankan fungsi kontrol sosial serta menjadi jembatan antara realitas masyarakat dan para pemangku kebijakan.
Ia berharap SMSI mampu mengambil peran tersebut dengan tetap berpegang pada marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi.
Profesionalisme, kata Gus Yusuf, menjadi fondasi penting agar perusahaan pers dan insan media mendapatkan kepercayaan publik. Dengan profesionalisme yang kuat, pers dapat menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
"Pers dapat memotret dan mengartikulasikan realitas yang ada kepada pemangku kebijakan, mulai dari level lokal sampai nasional," ujarnya.
Gus Yusuf juga menegaskan bahwa kekuatan pers memiliki hubungan erat dengan kualitas demokrasi suatu negara. Menurutnya, pers yang kuat akan mendorong terciptanya demokrasi yang sehat dan pada akhirnya melahirkan pemerintahan yang lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat.
"Negara yang persnya kuat, maka demokrasinya sehat. Semoga peran ini dapat dijalankan oleh SMSI. Monggo, suasana dan iklim kekeluargaan seperti ini, kompak dan guyub, dapat terus dipertahankan," pesannya.
Silaturahmi tersebut dihadiri Ketua SMSI Jawa Tengah Jayanto Arus Adi, Sekretaris SMSI Jateng Eko Sugiarto, jajaran pengurus inti, serta koordinator wilayah dari Pati, Semarang, Banyumas, Kedu, dan Surakarta.
Dalam kesempatan itu, Eko Sugiarto menyampaikan bahwa kunjungan ke kediaman Gus Yusuf merupakan bagian dari upaya mempererat komunikasi sekaligus meminta arahan kepada Dewan Penasihat SMSI Jawa Tengah.
"Kita harus sowan ke sini untuk silaturahmi kepada beliau. Alhamdulillah sore ini waktunya pas dan sekarang kami mohon berkenan arahan dari Gus Yusuf," kata Eko mengawali pertemuan.
Eko juga melaporkan perkembangan organisasi SMSI Jawa Tengah yang saat ini telah terbentuk di 31 kabupaten/kota.
Pihaknya menargetkan seluruh kepengurusan SMSI di kabupaten/kota se-Jawa Tengah dapat terbentuk dalam waktu dekat. Target tersebut akan dimatangkan melalui Rapat Kerja (Raker) SMSI Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada awal Desember di Surakarta.
"Insyaallah pada Raker awal Desember di Surakarta seluruh kabupaten/kota sudah terbentuk. Nanti kita akan lantik mereka, sekaligus menjadi penanggung jawab Pokja Newsroom Jaga Desa di kabupaten/kota masing-masing," jelas Eko yang juga menjabat Ketua Pasopati.
Ketua SMSI Jawa Tengah Jayanto Arus Adi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KH Yusuf Cludhori yang telah bersedia menerima jajaran pengurus SMSI sekaligus memberikan arahan bagi pengembangan organisasi.
Menurut Jayanto, silaturahmi tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari ikhtiar membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai pers yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
"Terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada KH Yusuf Cludhori yang telah berkenan membimbing teman-teman SMSI Jawa Tengah. Silaturahmi ini menjadi ikhtiar sekaligus ukhuwah dalam rangka melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Untuk itu, kami mohon doa dan dukungannya selalu," ujar Jayanto.
Jayanto, yang juga merupakan Ahli Pers Dewan Pers dan CEO Headlinnews.id, menambahkan bahwa SMSI Jawa Tengah terus berupaya memperkuat konsolidasi organisasi, baik secara internal maupun eksternal.
Selain memperluas jaringan kepengurusan di daerah, SMSI juga mendorong peningkatan profesionalisme perusahaan pers siber agar mampu menghadirkan produk jurnalistik yang berkualitas dan dipercaya masyarakat.
Lebih lanjut, Jayanto menyampaikan bahwa Raker SMSI Jawa Tengah pada awal Desember di Surakarta akan menjadi momentum penting untuk memperkuat program kerja organisasi.
Dalam agenda tersebut, SMSI tidak hanya merencanakan pengukuhan para penggerak Pokja Newsroom Jaga Desa di kabupaten/kota, tetapi juga akan memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh di Jawa Tengah yang dinilai telah memberikan dedikasi dan kontribusi bagi daerah.
Di sisi lain, SMSI juga berencana menyampaikan penilaian atau rapor merah terhadap sejumlah tokoh publik berdasarkan penilaian masyarakat Jawa Tengah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterbukaan informasi, akuntabilitas publik, serta memperkuat fungsi pers sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat.
Sebagai informasi, selain KH Yusuf Cludhori, Dewan Penasihat SMSI Jawa Tengah juga diperkuat sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, di antaranya DR Budiyanto selaku Ketua IKA Unnes Pusat, tokoh pers H Soetjipto, SH, MH, serta pakar politik sekaligus akademisi Yuwanto, PhD.
Pertemuan di Ponpes API Tegalrejo tersebut menjadi momentum penguatan hubungan antara SMSI Jawa Tengah dengan para tokoh masyarakat dan kalangan pesantren. Harapannya, sinergi tersebut mampu melahirkan ekosistem pers yang profesional, berintegritas, tetap kritis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan demokrasi. (Aris)

