Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Sumenep Hari Santri 2026, Menuju Indonesia Emas

22/10/26 | 16:37 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-22T09:37:21Z


PatiToday.com
, Sumenep - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dengan Tema resmi yang diusung tahun ini adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

 

Bupati Sumenep, Madura, Fauzi Wongsojudo menjelaskan, makna Tema: Menempatkan santri sebagai bagian penting dari solusi atas tantangan bangsa dengan kedalaman spiritual, keluasan ilmu, karakter kuat, serta keberanian berinovasi.


Menurutnya, santri perlu memperkuat keterampilan dan kreativitas agar mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan zaman.


"Mempersiapkan generasi santri yang adaptif dan siap berkontribusi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,"katanya  Achmad Fauzi saat Apel Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (22/10/2026).


 Ia menilai, peran santri dalam pembangunan tidak hanya berkaitan dengan penguatan ilmu agama, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan ekonomi produktif.


“Santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk melalui pengembangan usaha mandiri, ekonomi kreatif, dan berbagai kegiatan produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,”ujarnya.


 Fauzi berharap santri tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga berani membangun usaha dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.


Menurut Achmad Fauzi, semangat kewirausahaan perlu ditumbuhkan sejak dini agar santri memiliki kemandirian serta keberanian mengembangkan potensi yang dimiliki. Peluang tersebut, kata dia, dapat tumbuh dari berbagai sektor, mulai dari usaha mikro dan produk lokal hingga ekonomi digital serta industri kreatif.


“Kami menilai lingkungan pesantren memiliki modal sosial yang kuat untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda, dengan nilai kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, kebersamaan, dan tanggung jawab bisa menjadi landasan penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.


Untuk mendukung kemandirian ekonomi santri, Achmad Fauzi menekankan pentingnya peningkatan kapasitas yang mencakup keterampilan praktis, literasi digital, pengelolaan usaha, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.


Bupati Sumenep mengatakan, penguatan kompetensi tersebut perlu berjalan beriringan dengan pendidikan keagamaan. Dengan begitu, santri diharapkan mampu memadukan pengetahuan, akhlak, kreativitas, dan keterampilan dalam menghadapi persaingan.


Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Achmad Fauzi, terus mendorong penguatan sumber daya manusia sesuai kewenangan, kemampuan anggaran, dan ketentuan peraturan yang berlaku.


“Pemerintah Kabupaten Sumenep, sesuai kewenangan, kemampuan anggaran, dan ketentuan peraturan terus mendorong penguatan sumber daya manusia agar generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah,” tutupnya.(Min)

×
Berita Terbaru Update