Notification

×

Iklan

Iklan

Hari Bidan Nasional 2026, Dinkes Sumenep Dorong Bidan Melek Digital untuk Hadapi Tantangan Layanan Kesehatan

15/07/26 | 14:25 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-15T07:25:27Z


PatiToday.com
Sumenep – Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Erlya Fardasah, mendorong seluruh bidan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Bidan Nasional 2026, di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang dinilai telah mengubah pola pelayanan kesehatan, termasuk cara masyarakat memperoleh informasi medis.


Menurut Erlya, bidan saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengalaman praktik di lapangan. Tenaga kesehatan dituntut terus memperbarui pengetahuan dan menguasai teknologi digital agar mampu memberikan edukasi kesehatan yang cepat, luas, dan akurat.


"Terus update ilmu dan keterampilan. Era digital menuntut bidan melek teknologi untuk memberikan edukasi kesehatan ibu dan anak yang lebih luas dan efektif," ujar Erlya, Rabu (24/6).


Ia mengatakan, derasnya arus informasi di era digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh berbagai informasi kesehatan. Namun, kondisi tersebut juga berpotensi memunculkan informasi yang belum tentu benar sehingga membutuhkan pendampingan dari tenaga kesehatan yang kompeten.


Menurutnya, bidan memiliki posisi strategis sebagai sumber informasi kesehatan yang terpercaya, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga. Karena itu, kemampuan memanfaatkan media digital dinilai menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi.


Peringatan Hari Bidan Nasional tahun ini mengusung tema "Bidan Kuat, Perempuan Sehat, Indonesia Hebat." Tema tersebut dinilai mencerminkan peran besar bidan, bukan hanya sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan masyarakat.


Erlya menjelaskan, tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks, mulai dari penanganan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat.


Ia meminta para bidan lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai program keluarga berencana, pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta kesehatan reproduksi remaja.


"Bidan adalah ujung tombak di masyarakat. Kuatkan peran promotif dan preventif, mulai dari program keluarga berencana, ASI eksklusif, gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, hingga edukasi kesehatan reproduksi remaja," katanya.


Selain itu, Dinkes P2KB Sumenep juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sinergi antara bidan, dokter, perawat, kader kesehatan, hingga pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi faktor utama dalam menekan angka stunting maupun angka kematian ibu.


"Turunnya angka stunting maupun angka kematian ibu membutuhkan kerja tim yang solid. Karena itu, sinergi antarpelaku kesehatan harus terus diperkuat," tegasnya.


Erlya juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis tenaga medis, tetapi juga oleh pendekatan yang humanis kepada pasien. Menurutnya, empati menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.


"Pasien bukan sekadar angka. Sentuhan empati dari seorang bidan sering kali menjadi obat pertama yang dirasakan oleh ibu hamil dan keluarganya," ujarnya.


Pada momentum Hari Bidan Nasional 2026, Dinkes P2KB Sumenep turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh bidan yang telah mengabdi hingga ke pelosok desa. Dedikasi mereka dinilai memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan perempuan dan anak serta mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih berkualitas.


Di akhir pesannya, Erlya mengingatkan para bidan agar tetap menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah tingginya tuntutan profesi.


"Profesi ini mulia, tetapi juga penuh tantangan. Jangan lupa menjaga kesehatan diri, mengelola stres, dan saling menguatkan sesama bidan agar tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya. (Min)

×
Berita Terbaru Update