Notification

×

Iklan

Iklan

Plt Bupati Pati Sampaikan Usulan Infrastruktur Air di Rakornas Mitigasi Kekeringan Kementan

20/04/26 | 19:43 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-20T12:43:13Z


PatiToday.com
, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengambil langkah sigap dalam menghadapi potensi kekeringan yang mengancam sektor pertanian. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi mengusulkan pembangunan 379 titik pompanisasi, serta penambahan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi teknis dan tersier.

 

Usulan strategis ini disampaikan dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang berlangsung hari ini, Senin (20/4/2026), di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta.

 

Langkah proaktif ini diambil sebagai respons nyata atas ancaman kekeringan yang selama ini memberikan dampak luas terhadap produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Pati. Selain itu, kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat untuk memperkuat ketersediaan air menjelang musim kemarau.

 

Dalam forum nasional yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Pertanian tersebut, seluruh kepala daerah se-Indonesia didorong untuk lebih agresif dan proaktif dalam mengajukan kebutuhan sarana serta prasarana pengairan. Upaya ini dinilai sangat krusial guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah potensi cuaca ekstrem yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

 

“Kekeringan di Kabupaten Pati memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi petani kita. Oleh karena itu, kami hari ini mengusulkan 379 titik pompanisasi. Selain itu, kami juga menambah usulan untuk perbaikan maupun pembangunan irigasi teknis dan irigasi tersier agar penyaluran air ke sawah-sawah warga bisa lebih optimal,” ungkap Risma Ardhi Chandra usai mengikuti rapat.

 

Plt. Bupati Pati yang hadir didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pati ini menjelaskan bahwa seluruh usulan yang diajukan merupakan bagian dari strategi komprehensif jangka pendek dan menengah.

 

Tujuannya jelas, yaitu memastikan distribusi dan ketersediaan air irigasi tetap terjaga dengan baik meskipun curah hujan menurun drastis pada musim kemarau nanti. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan lahan pertanian tetap terairi dan produksi tidak mengalami gagal panen.

 

Dalam paparannya, Risma juga memaparkan prioritas pembangunan tahun ini. Untuk pembangunan infrastruktur skala besar seperti bendungan, pihaknya mengaku belum mengajukan usulan pada tahun anggaran ini.

 

Saat ini, Pemkab Pati masih fokus pada tahap penyusunan studi teknis dan perencanaan matang. Proyek strategis tersebut direncanakan akan diajukan secara resmi pada tahun berikutnya agar pelaksanaannya nanti lebih maksimal.

 

“Untuk bendungan memang belum kami usulkan tahun ini karena masih dalam tahap penyelesaian teknis. Insyaallah akan kami siapkan secara matang untuk pengusulan di tahun depan,” tambahnya.

 

Pemkab Pati berharap melalui penguatan infrastruktur pengairan ini, stabilitas produktivitas pertanian di wilayahnya dapat terus terjaga. Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.

 

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan petani tetap bisa berproduksi secara optimal. Ketersediaan air adalah kunci utama, dan itu yang sedang kami perjuangkan demi kesejahteraan para petani dan masyarakat Kabupaten Pati,” tutup Risma. (Aris)

×
Berita Terbaru Update