Notification

×

Iklan

Iklan

56 Warga Pati Mengungsi Akibat Banjir, Bupati Sudewo Pastikan Layanan Terpenuhi

12/01/26 | 19:05 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-12T12:05:28Z


PatiToday.com
, PATI – Bupati Kabupaten Pati, Sudewo, melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah titik terdampak banjir dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Kabupaten Pati pada Senin (12/01/2026). 


Kegiatan ini dilakukan menyusul terjadinya hujan berintensitas tinggi yang melanda daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir, dengan tujuan memastikan penanganan darurat berjalan secara optimal serta mempercepat proses pemulihan akses masyarakat yang terganggu.

 

Salah satu titik yang menjadi fokus peninjauan adalah Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, di mana Bupati Sudewo mengecek secara langsung kondisi tanggul talud jalan yang ambrol akibat derasnya arus air yang berasal dari sekitar area bendung dan tambak. Kerusakan yang terjadi pada tanggul tersebut telah mengganggu jalur penghubung penting yaitu rute Sukolilo–Sumbersoko–Tompegunung, yang selama ini berperan sebagai akses vital untuk mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi warga setempat.

 

"Arus air dari bendung dan tambak di sekitar lokasi menghantam tanggul hingga ambrol. Jalur ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan harus segera ditangani dengan tepat," ujar Sudewo saat berada di lokasi kerusakan.

 

Bupati juga menjamin bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah penanganan darurat agar akses jalan dapat kembali digunakan dengan aman oleh seluruh masyarakat. Selain itu, pemerintah Kabupaten Pati juga tengah menjajaki dukungan dari pemerintah pusat, termasuk melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

 

Selain Desa Sukolilo, Bupati Sudewo juga mengunjungi sejumlah wilayah lain yang terdampak banjir, antara lain Desa Sidoarum dan Bungasrejo yang berada di Kecamatan Jakenan. Tak hanya itu, ia juga mengecek kondisi lokasi pengungsian yang telah disiapkan di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana.

 

Di lokasi pengungsian tersebut, tercatat sebanyak 15 kepala keluarga atau sekitar 56 jiwa warga telah mendapatkan tempat penampungan di balai desa. Pemerintah daerah telah menyediakan dukungan layanan yang komprehensif, mulai dari dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan hingga layanan kesehatan untuk menjaga kondisi fisik para pengungsi.

 

Menurut Bupati Sudewo, terjadinya banjir di Kabupaten Pati tidak hanya dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung dalam waktu lama, namun juga diperparah oleh beberapa faktor lain seperti pendangkalan sungai, tumpukan lumpur yang menumpuk di aliran air, serta akar bambu yang menghambat kelancaran aliran sungai. Selain itu, sejumlah jembatan yang memiliki posisi rendah juga disebut-sebut telah memperlambat laju aliran air, sehingga memicu terjadinya luapan air dan bahkan jebolnya tanggul di beberapa titik.

 

Sejak awal terjadi banjir, pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh alat berat yang dimiliki untuk melakukan penanganan awal, antara lain kegiatan pembersihan lumpur yang menutupi jalan dan pemukiman, serta penataan ulang tanggul yang mengalami kerusakan. Untuk upaya jangka panjang, pemerintah akan fokus pada program normalisasi aliran sungai guna mengurangi risiko terjadinya banjir susulan di masa mendatang.

 

Bupati Sudewo juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pati untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi menyumbat aliran air. Selain itu, ia juga meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir bandang seperti Kecamatan Godo, Gunungpanti, Sinomwidodo, hingga Gabus, selama kondisi intensitas hujan masih tinggi.

 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sudewo menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah terlibat aktif dalam penanganan bencana, mulai dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), relawan sukarelawan, Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh warga masyarakat yang turut berkontribusi.

 

"Kehadiran dan kerja sama yang solid dari semua pihak sangat berarti dan memberikan kontribusi besar untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana," tutupnya. (Aris)

×
Berita Terbaru Update