PatiToday.com, PATI – Bupati Kabupaten Pati, Sudewo, secara langsung menghadiri acara Panen Raya Padi yang diadakan di Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo. Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut dapat terwujud melalui penerapan teknologi tepat guna dan pola tanam yang sesuai standar, dalam rangka implementasi program nasional “10 Ton per Hektare Bisa”. Senin, 12/1/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sudewo menyampaikan bahwa hasil panen yang diperoleh di Desa Baleadi menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan dan menjadi contoh nyata bagi petani di seluruh Kabupaten Pati. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi dan penerapan inovasi pertanian yang tepat.
“Saya berada di sawah di Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo. Padi yang dipanen di lahan ini tidak memakai pupuk kimia sama sekali dan tidak menggunakan obat pestisida sedikit pun – budidayanya murni menggunakan pupuk kotoran hewan dan mikroba PA63 yang diinisiasi langsung oleh Dandim 0718 Pati,” ujar Bupati Sudewo saat memberikan keterangan kepada awak media yang hadir.
Selain lahan organik yang menunjukkan hasil memuaskan, terdapat juga lahan percontohan lainnya di wilayah yang sama yang menggunakan kombinasi pupuk kimia dengan mikroba PA63. Menurut Bupati Sudewo, kombinasi tersebut menghasilkan angka produktivitas yang lebih maksimal dibandingkan target yang ditetapkan.
“Di lahan sebelahnya, petani menggunakan pupuk kimia namun dikombinasikan dengan mikroba PA63, dan hasilnya mencapai 11,3 ton per hektare – ini jauh melampaui target yang kita tetapkan bersama,” lanjutnya dengan bangga.
Menurut Bupati Sudewo, capaian produktivitas yang tinggi ini membuktikan bahwa target 10 ton per hektare sangat realistis untuk dicapai oleh seluruh petani di Kabupaten Pati, selama mereka bekerja keras dan mengikuti prosedur budidaya yang telah ditetapkan dengan benar.
“Jadi, sudah terbukti secara nyata bahwa di sini, bila kita bekerja keras dan menjalankan proses budidaya sesuai prosedur dengan menggunakan mikroba PA63, maka target 10 ton per hektare bukan hanya sebuah impian – melainkan hal yang bisa terwujudkan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Bupati Sudewo juga mengajak dan mendorong agar keberhasilan yang diraih di Desa Baleadi dapat segera direplikasi di seluruh desa yang ada di Kabupaten Pati. Ia menegaskan bahwa upaya peningkatan produktivitas pertanian ini merupakan bagian penting dari langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani.
“Saya mengajak semua kepala desa dan petani di seluruh Kabupaten Pati untuk dapat melaksanakan pola budidaya seperti yang telah dilakukan di Desa Baleadi. Dengan demikian, seluruh sawah di Kabupaten Pati diharapkan dapat menghasilkan produktivitas minimal 10 ton bahkan lebih per hektare. Inilah upaya konkrit kita untuk meningkatkan kesejahteraan para petani yang merupakan ujung tombak perekonomian daerah kita,” pungkas Bupati Sudewo. (Aris)

