Notification

×

Iklan

Iklan

Sibuk Jadi Wakil Rakyat, Pasutri Legislator Ini Tetap Sukses Lulus Doktor Cumlaude

20/05/26 | 21:34 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-20T14:34:54Z


PatiToday.com
, SEMARANG — Pasangan suami istri anggota legislatif, dan sukses meraih gelar doktor ilmu hukum dengan predikat cumlaude di usia lebih dari 50 tahun.


Keduanya diwisuda dalam Wisuda ke-93 yang digelar di Convention Hall MAJT Semarang, Rabu (20/5/2026).


Pencapaian itu menjadi perhatian karena pasangan legislator tersebut mampu menyelesaikan studi doktoral di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat.


Joni Kurnianto mengaku tidak pernah membayangkan bisa menyelesaikan pendidikan S3 bersama sang istri. Menurutnya, dukungan pasangan menjadi faktor utama keberhasilan mereka menuntaskan studi selama empat tahun.


“Alhamdulillah saya dan istri bisa lulus S3 Doktor Hukum. Kalau tidak didorong istri, mungkin saya belum lulus,” ujar Joni.


Ia bahkan menyebut masa kuliah doktoral terasa seperti kembali ke masa muda karena hampir seluruh proses dijalani bersama.


“Empat tahun kuliah itu barengan, pulang kuliah makan bareng, nonton juga bareng. Jadi seperti pacaran lagi,” katanya sambil tersenyum.


Di balik keberhasilan tersebut, Joni mengaku perjalanan meraih gelar doktor tidaklah mudah. Aktivitas sebagai Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati membuatnya harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan penyelesaian disertasi.


“Berat banget. Kalau tidak disupport istri mungkin saya sudah menyerah,” ungkapnya.


Dalam studi doktoralnya, Joni mengangkat penelitian terkait penguatan regulasi pedagang kaki lima (PKL). Tema itu dipilih karena dekat dengan aktivitas dan perjuangannya selama menjadi legislator.


“Saya memang sudah lama menggeluti persoalan PKL,” ujarnya.


Sementara itu, Kartina Sukawati mengatakan proses meraih gelar doktor membutuhkan konsistensi dan ketekunan tinggi. Selama empat tahun, keduanya harus melewati tujuh tahapan ujian sebelum akhirnya dinyatakan lulus.


“Perjalanannya luar biasa. Empat tahun dengan tujuh kali ujian sampai akhirnya lulus,” kata Kartina.


Menurutnya, kekuatan terbesar mereka adalah saling memberi semangat saat salah satu mulai merasa lelah.


“Pas bapak lemas saya yang dorong. Saat saya lelah, bapak yang menyemangati,” tuturnya.


Kartina menilai pendidikan tinggi dapat diraih siapa saja tanpa memandang usia. Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak takut memiliki cita-cita besar dalam pendidikan.


“Jangan merasa gelar doktor itu terlalu tinggi dan tidak mungkin dicapai. Kami saja dulu tidak menyangka bisa sampai di titik ini,” katanya.


Ia juga menilai generasi muda saat ini memiliki keuntungan lebih besar karena dukungan teknologi digital yang mempermudah akses belajar dan informasi.


“Anak-anak sekarang fasilitas digital jauh lebih mudah dibanding zaman kami,” tambahnya.


Pasangan legislator tersebut berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah doktoral bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung tugas mereka sebagai wakil rakyat.


“Yang penting ilmunya nanti bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Kartina.


Pada wisuda ke-93 tahun ini, meluluskan total 934 mahasiswa, terdiri dari 80 lulusan Diploma III (D3), 762 Sarjana (S1), 79 Magister (S2), dan 13 Doktor (S3).


Rektor mengatakan kampus terus mendorong peningkatan kualitas lulusan, termasuk memperluas akses pendidikan bagi kalangan pekerja dan profesional.


“Tahun ini lebih banyak wisuda kelas karyawan. Kami mendorong penyelesaian studi lebih cepat melalui kerja sama dengan perusahaan,” ujarnya.


Menurut Suparjo, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas secara akademik, tetapi juga individu yang adaptif dan mampu berkolaborasi menghadapi tantangan global.


“Dunia membutuhkan pemimpin yang mampu membangun kolaborasi dan menggerakkan banyak pihak menuju tujuan bersama,” katanya.


Ia juga berpesan kepada para lulusan magister dan doktor agar terus aktif mengembangkan penelitian dan menjaga integritas dalam kehidupan profesional.


“Gelar doktor bukan mahkota untuk dibanggakan, tetapi tanggung jawab untuk menjadi penerang ilmu pengetahuan bagi masyarakat,” tegasnya.


Kebahagiaan atas kelulusan pasangan tersebut juga dirasakan keluarga besar. Adik Kartina Sukawati, atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi, mengaku bangga melihat keduanya berhasil menyelesaikan pendidikan doktor bersama-sama.


Menurutnya, keberhasilan Joni Kurnianto dan Kartina Sukawati menjadi bukti bahwa usia dan kesibukan bukan penghalang untuk terus belajar.


“Ini contoh yang sangat baik bahwa pendidikan bisa ditempuh siapa saja selama punya niat dan semangat,” kata Yoyok.


Ia juga menilai kekompakan pasangan tersebut menjadi faktor penting dalam menyelesaikan perjuangan panjang studi doktoral.


“Saya melihat mereka saling mendukung satu sama lain. Ketika dijalani bersama, perjuangan berat terasa lebih ringan,” pungkasnya. (Aris)

×
Berita Terbaru Update