PatiToday.com, PATI – Kondisi cuaca yang semakin terik seiring masuknya masa peralihan musim membuat kebutuhan air untuk keperluan pertanian di Kabupaten Pati terus meningkat. Menjawab tantangan tersebut, Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadan Satgas) TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati, Mayor Cpl Kuswaranto, turun langsung ke lapangan untuk meninjau proses pembangunan sumur bor yang ditujukan bagi lahan pertanian warga. Peninjauan dilakukan di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, pada Sabtu (02/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Satgas TMMD untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi di wilayah tersebut. Melalui peninjauan langsung, pihaknya ingin memantau perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan fasilitas yang dibangun memenuhi standar dan berfungsi secara optimal.
Sesampainya di lokasi pengeboran, suasana kerja yang penuh semangat langsung terlihat jelas. Anggota Satgas TMMD bekerja bahu-membahu bersama warga setempat, menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat. Suara deru mesin pengeboran terdengar terus menerus mengiringi aktivitas di lapangan, seolah menjadi bukti kesungguhan semua pihak dalam menyelesaikan pembangunan fasilitas ini secepat mungkin namun tetap dengan kualitas yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Mayor Kuswaranto tampak sangat cermat memperhatikan setiap tahapan pengerjaan. Mulai dari proses pengeboran tanah hingga pengecekan kesiapan sarana pendukung yang akan digunakan untuk menyalurkan air ke lahan pertanian. Ia tidak hanya mengamati dari jauh, tetapi juga meluangkan waktu untuk berdialog langsung dengan anggota Satgas yang bertugas maupun para petani setempat. Dialog ini bertujuan untuk mendengarkan langsung kendala atau hambatan yang mungkin dihadapi selama proses pengerjaan berlangsung, serta mencari solusi terbaik agar pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai.
Menurut penjelasan Mayor Kuswaranto, pembangunan sumur bor ini merupakan langkah strategis yang sangat tepat dan dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya, ketersediaan air yang stabil menjadi salah satu kunci utama keberhasilan usaha tani, terlebih lagi saat musim kemarau tiba di mana curah hujan sangat minim dan pasokan air dari saluran irigasi sering kali berkurang drastis.
“Air adalah faktor yang paling mendasar dan tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pertanian. Tanpa air yang cukup, mustahil tanaman bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah. Oleh karena itu, dengan adanya sumur bor ini, kami sangat berharap lahan pertanian milik warga di Desa Godo dan sekitarnya tetap bisa diolah dan menghasilkan produk pertanian yang memuaskan, bahkan saat musim kemarau sekalipun. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan hasil panen dan pendapatan para petani,” ujar Mayor Kuswaranto saat ditemui di lokasi.
Selain memastikan kelancaran pengerjaan, ia juga menekankan pentingnya ketelitian dan kehati-hatian dalam setiap tahap pembangunan. Sumur bor ini dirancang untuk bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang, sehingga kualitas pengerjaan harus dijaga dengan baik agar tidak mudah rusak dan bisa terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan teliti, demi tercapainya hasil yang maksimal.
Lebih lanjut, Mayor Kuswaranto juga menilai bahwa kekompakan dan kerja sama yang terjalin erat antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat setempat menjadi kunci utama keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan program TMMD di lapangan. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari warga, berbagai pembangunan yang direncanakan akan sulit dijalankan dengan baik. Sebaliknya, jika aparat dan masyarakat bersatu padu, maka berbagai tantangan dapat dihadapi dengan lebih mudah dan hasilnya pun akan lebih terasa manfaatnya.
Dengan selesainya pembangunan sumur bor ini nantinya, diharapkan para petani di Desa Godo tidak lagi harus merasa cemas atau bergantung sepenuhnya pada curah hujan dalam mengelola lahan pertaniannya. Mereka akan memiliki sumber air mandiri yang bisa diakses kapan saja dibutuhkan, sehingga pola tanam dapat diatur lebih fleksibel dan hasil panen pun menjadi lebih terjamin.
Kehadiran sumur bor ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa program TMMD Reguler ke-128 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Lebih dari itu, program ini juga berperan besar dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, sejalan dengan tujuan utama pelaksanaan TMMD sebagai wujud pengabdian negara bagi rakyat. (Aris)

