Notification

×

Iklan

Iklan

Sinergi Pemerintah dan PT Sukun: 1.000 Anak Yatim Pati Terima Santunan Tahun 2026

27/02/26 | 07:39 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T00:39:57Z


PatiToday.com
, PATI – Pendopo Kabupaten Pati menghadirkan suasana hangat dan penuh makna pada Kamis (26/2/2026). Senyum polos dari ratusan anak-anak menyatu dengan rasa haru dari para hadirin, menggambarkan potret kemanusiaan yang sederhana namun memiliki dampak mendalam bagi masyarakat.

 

Kegiatan penyerahan santunan anak yatim kali ini merupakan bagian dari program rutin tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) milik PT Sukun, yang pada tahun 2026 ini memasuki tahun kesembilan pelaksanaannya. Di wilayah Kabupaten Pati sendiri, sebanyak 1.000 anak yatim berhak menerima manfaat berupa bantuan uang tunai, yang tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga tetapi juga menguatkan harapan masa depan mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan.

 

Kehadiran Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang dilaksanakan melalui kerja sama antara berbagai pihak. Dalam sambutannya, Plt. Bupati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan contoh konkret dari sinergi yang efektif antara dunia usaha dan pemerintah dalam menangani persoalan sosial yang ada di masyarakat.

 

"Santunan ini tidak hanya dimaknai sebagai bantuan materi semata, melainkan juga sebagai bentuk perhatian yang memberikan dampak positif secara psikologis dan sosial bagi anak-anak yatim serta kaum duafa," ujarnya. 


Menurutnya, di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi, sentuhan empati dari banyak pihak menjadi faktor penting agar anak-anak tersebut tetap tumbuh dengan rasa percaya diri dan semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Plt. Bupati juga menyambut baik upaya kolaborasi yang dibangun antara pihak swasta dan pemerintah daerah, yang diharapkan dapat menjadi model bagi upaya pemenuhan kebutuhan dasar kelompok masyarakat yang lebih rentan.


"Lebih dari itu, santunan memiliki makna yang sangat dalam, yaitu untuk meringankan beban psikologis dan sosial yang mungkin dialami oleh anak-anak yatim dan kaum duafa," pungkasnya.

 

Sementara itu, Corporate Secretary PT Sukun, Deka Hendratmanto, menjelaskan bahwa prinsip keberlanjutan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kontribusi yang diberikan bagi kemajuan masyarakat sekitar. Menurutnya, perusahaan yang terus berkembang dan tumbuh memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan nilai tambah sosial melalui program CSR yang dirancang secara berkelanjutan.

 

"Penyelesaian persoalan umat, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar bagi kelompok rentan, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja," ungkap Deka Hendratmanto. 


Ia menambahkan bahwa dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat perlu berjalan beriringan dalam membangun kepedulian yang nyata dan berdampak, bukan hanya sebatas wacana atau kegiatan satu kali saja.

 

Program santunan anak yatim tahun 2026 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk lebih aktif terlibat dalam upaya pengembangan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan kepedulian antar sesama. (Aris)

×
Berita Terbaru Update