Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Pati: 61 Ribu+ Warga Terdampak, Bupati Sudewo Tetapkan Tanggap Darurat hingga 23 Januari

19/01/26 | 10:01 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-19T03:01:28Z


PatiToday.com
, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mengeluarkan komitmen penuh dalam menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Bupati Pati, Sudewo, menegaskan hal ini saat memimpin konferensi pers penanganan bencana bersama Forkopimda dan jajaran terkait di Pendopo Kabupaten Pati. Minggu, 18/1/2026.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sudewo menegaskan bahwa penanganan banjir akan dilakukan secara serius untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan akses kebutuhan dasar.

 

“Saya akan menangani bencana banjir ini secara serius supaya semua warga yang terdampak banjir itu bisa terlayani kebutuhan dasarnya, utamanya adalah makan, sandang, air bersih, kesehatan, dan juga penanganan pasca banjir yaitu membersihkan lumpur,” tegasnya.

 

Ia menambahkan bahwa seluruh langkah penanganan akan ditindaklanjuti secara detail melalui kerja tim yang terorganisir dengan baik.

 

Seluruh unsur pemerintah daerah telah sepakat untuk bekerja secara total dalam penanganan bencana ini, termasuk melalui penggalangan iuran dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Dana sebesar Rp691 juta yang sebelumnya dihimpun untuk bantuan bencana di daerah lain kini dialihkan dan disiagakan untuk memenuhi kebutuhan warga Kabupaten Pati.

 

“Kabupaten Pati juga terdampak bencana banjir, maka yang semula akan kami sumbangkan ke daerah lain, dengan memohon maaf, akan dipakai oleh warga Kabupaten Pati sendiri,” ujar Bupati Sudewo.

 

Selain peran ASN, Bupati juga mengimbau keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya penanganan banjir.

 

“Semua ASN, semua unsur pemerintah itu bekerja secara total. Tenaga kesehatan harus stand by di posko-posko, guru-guru juga ikut membantu meskipun wilayahnya tidak terdampak. Kami juga menghimbau pihak swasta dan para pengusaha untuk berpartisipasi memberikan kontribusi logistik,” jelasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, terhitung sejak 9 Januari hingga 23 Januari 2026. Berdasarkan data yang dipaparkan, banjir berdampak pada 12 kecamatan dan 136 desa di Kabupaten Pati.

 

Jumlah warga terdampak mencapai 61.606 orang, dengan 20.194 rumah terendam air. Sayangnya, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa sebanyak 2 orang meninggal dunia. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, yang meliputi sektor pertanian, perikanan, dan infrastruktur.

 

“Kemarin kami melakukan rapat koordinasi bersama TNI, Polri, Forkopimda, instansi vertikal, Baznas, PMI, dan PLN. Kami sepakat penanganan bencana ini harus terorganisir dan terkoordinir supaya semua warga terdampak bisa terlayani dan tidak saling tumpang tindih,” ungkapnya.

 

Pemkab Pati telah membentuk tim khusus yang menangani berbagai aspek penanganan bencana, mulai dari dapur umum, logistik, pasokan air bersih, layanan kesehatan, pembersihan lumpur, hingga penanganan infrastruktur darurat.

 

“Pelayanan dasar adalah prioritas utama, mulai dari keselamatan, makan, kesehatan, hingga kebersihan lingkungan. Semua ada penanggung jawabnya,” kata Bupati Sudewo.

 

Untuk penanganan infrastruktur berskala besar dan permanen pasca banjir, Pemkab Pati akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

 

"Penanganan infrastruktur yang besar dan permanen kami koordinasikan dengan BNPB, Kementerian PUPR, dan kementerian terkait lainnya agar pemulihan bisa berjalan menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Aris)

×
Berita Terbaru Update