PatiToday.com, Pati-Banjir bandang akibat tanggul jebol mengguncang Warga Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati pada malam hari sebelumnya. Menanggapi kondisi tersebut, Astuti Foundation bersama Krisna Penyanyi Cilik juara tingkat Asia memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak pada hari Sabtu (10/1/2026).
Mardi, salah satu warga terdampak, menceritakan kronologi kejadian yang tiba-tiba. "Saya sedang di masjid akan mengikuti rapat Isra Mi'raj sekitar pukul 20.30, namun acara harus ditunda dan bubarkan karena ada kabar arus air yang semakin besar. Sebelumnya sudah ada pihak yang memberikan bantuan awal, namun saat ini yang paling banyak datang adalah truk-truk untuk membersihkan lumpur yang menutupi sebagian besar rumah dan lingkungan," ujarnya.
Andien dari Astuti Foundation dan Dwi Krisna Sakti Budi berdaya (Krisna penyanyi cilik juara Asia) yang turut hadir menjelaskan mengenai bantuan yang diberikan.
"Perkenalkan saya Andien dari Astuti Foundation, dan ini adik saya Dwi Krisna Sakti Budi berdaya. Kali ini kami memberikan bantuan berupa sembako darurat antara lain mie, telur, serta paket sembako lengkap sebanyak 100 bungkus. Harapannya, bantuan ini dapat bermanfaat untuk keluarga terdampak, sekalipun dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Semoga dapat membantu mengisi tenaga saat warga membersihkan rumah dan menyiapkan kebutuhan dasar. Kami juga berharap agar organisasi atau pihak lain yang mampu dapat ikut bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah yang sederhana ini. Semoga kejadian ini dapat segera terselesaikan dan warga dapat kembali menjalankan aktivitas normal," ucap Andien dengan penuh harapan.
Susanto, Kepala Desa Bulumanis Kidul, menyampaikan detail penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh banjir bandang.
"Banjir terjadi sekitar pukul 20.00 malam kemarin akibat debit hujan yang cukup deras dan permukaan air sungai yang tinggi. Sungai yang melintasi desa tersebut tersumbat, salah satu penyebab utama adalah akumulasi sampah dan pohon-pohonan yang menghalangi aliran air di bawah jembatan. Hal ini menyebabkan air tidak dapat mengalir lancar sehingga tanggul jebol dan air menggenangi bahkan menabrak rumah-rumah di RW 1 dan RW 2," jelasnya.
Menurutnya, total terdampak mencapai 290 KK dengan 230 rumah yang tergenang air, di mana 5 rumah mengalami kerusakan parah.
"Karena datangnya banjir bandang yang sangat cepat, banyak endapan lumpur yang tertinggal dan hingga saat ini belum dapat ditangani secara menyeluruh. Alhamdulillah, sebagian barang berharga berhasil diselamatkan dari 5 rumah yang terkena dampak parah, dengan nilai barang yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar 500 juta rupiah," tambahnya.
Susanto juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang sudah datang. "Banyak reaksi positif dari warga sekitar dan desa-desa di Kecamatan Margoyoso yang telah mengirimkan makanan siap saji. Meskipun jumlahnya masih terbatas jika dibandingkan dengan dampak yang terjadi, kami sangat berterima kasih. Selain itu, Camat Margoyoso telah mendampingi kami sejak malam kejadian hingga saat ini, dan pihak dari Budi serta Perkim juga telah datang untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah yang rusak," pungkasnya. (Aris)

