PatiToday.com, Sumenep – Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja (UNIJA), Kamis (23/4), berubah panas dan konfrontatif.
Ban dibakar di depan Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sumenep, Provinsi Jawa Timur, sebagai simbol kemarahan atas dugaan penipuan pinjaman berbasis SK pensiun yang dinilai merugikan nasabah.
Asap hitam membubung tinggi, menutup sebagian pandangan di ruas jalan depan kantor BRI.
Massa mengepung area kantor, sementara aparat keamanan bersiaga untuk mencegah situasi lepas kendali.
Koordinator lapangan (korlap), Ibnu Aljazari, tanpa ragu menuding BRI tidak serius menangani persoalan tersebut.
Ia menyebut sikap manajemen terkesan menghindar dari tanggung jawab.
“Jangan pura-pura diam. Ini menyangkut hak nasabah yang dirugikan. Kalau tidak ada itikad baik, kami akan terus datang dengan massa yang lebih besar!” tegasnya lantang.
Ketegangan memuncak saat perwakilan BRI mencoba berdialog.
Namun sayangnya, massa aksi langsung menolak dan menuding upaya tersebut hanya formalitas.
“Kami tidak butuh perwakilan. Pimpinan cabang jangan bersembunyi di balik staf. Turun sekarang dan jelaskan ke publik!” seru Ibnu, disambut sorakan peserta aksi.
Mahasiswa menilai dugaan penyalahgunaan jabatan dalam proses pinjaman dengan jaminan SK pensiun bukan perkara kecil.
Mereka mendesak penghentian segera pemotongan gaji pensiun korban yang hingga kini disebut masih berjalan.
Menurut massa, lambannya respons manajemen BRI Cabang Sumenep, justru memperkuat dugaan adanya pembiaran terhadap praktik yang merugikan nasabah.
“Kalau ini terus dibiarkan, kami anggap ada pembiaran. Dan itu berarti BRI ikut bertanggung jawab!” teriak orator lainnya.
Setelah sempat diwarnai aksi saling dorong dan adu argumen, situasi perlahan mereda.
Tekanan massa akhirnya memaksa pihak BRI menghadirkan pimpinan cabang untuk berdialog langsung.
Hingga berita ini diturunkan, pertemuan berlangsung tertutup di dalam kantor.
Mahasiswa menegaskan, aksi tidak akan berhenti sampai ada kejelasan dan langkah konkret dari pihak BRI. (Min)

