PatiToday.com, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di wilayahnya. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, anggaran sebesar Rp200 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan dan perbaikan jalan pada tahun anggaran 2026. Prioritas utama ditujukan pada ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan parah, demi kelancaran mobilitas dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Kabid Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, dalam pernyataannya di kantornya, menjelaskan bahwa agenda perbaikan jalan akan menyasar beberapa ruas jalan poros vital.
"Pemkab Pati tahun anggaran 2026 mengalokasikan anggaran sekitar 200 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan untuk lokasi 80 titik," terang Hasto.
Ini menunjukkan cakupan perbaikan yang luas, mencakup berbagai wilayah strategis di Pati.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus utama perbaikan antara lain jalan poros Juana – Guyangan, jalan Tambaharjo Runting – Guyangan, serta ruas jalan penting seperti pintu masuk terminal Pati hingga jalan lingkar selatan.
Tak hanya itu, jalan Sukopuluhan – Winong, termasuk jalan Tayu – Dukuhseti, juga masuk dalam daftar prioritas perbaikan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingkat kerusakan dan urgensi untuk segera ditangani.
Menyadari adanya keterbatasan anggaran, Hasto Utomo juga menyoroti upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan, khususnya untuk ruas-ruas dengan tingkat kerusakan sangat parah yang alokasi anggarannya belum mencukupi.
"Khusus pembangunan jalan ini masih proses diusulkan lewat Inpres daerah, kita harapkan bulan Maret nanti bisa mulai pengerjaan dan diharapkan akhir Tahun 2026 bisa selesai," pungkasnya.
Ini mengindikasikan adanya skema pendanaan tambahan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Daerah untuk memastikan semua jalan rusak dapat tertangani dengan cepat.
Beberapa ruas jalan yang diidentifikasi mengalami kerusakan paling parah dan membutuhkan penanganan segera adalah Guyangan – Margoyoso, Wedarijaksa – Jetak, dan Tayu – Dukuhseti. Dengan adanya alokasi dana dan skema penanganan tambahan, diharapkan kondisi jalan di Kabupaten Pati dapat segera membaik, memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi, sosial, dan keselamatan pengguna jalan. (Aris)

