Notification

×

Iklan

Iklan

BLK Pati Luncurkan SCOCA MAS, Short Course Coding Arduino Tanpa Biaya untuk Masyarakat

20/02/26 | 14:49 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-20T07:49:51Z


PatiToday.com
, PATI – Upaya mencetak generasi pencipta terus digencarkan melalui program inovatif bertajuk SCOCA MAS (Short Course Coding Arduino untuk Masyarakat) yang digagas oleh UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati. Program ini menjadi terobosan pelatihan coding Arduino gratis dengan sistem singkat, praktis, dan terbuka untuk semua kalangan.

SCOCA MAS hadir sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan literasi teknologi dan penguatan keterampilan digital masyarakat, khususnya di bidang coding dan mikrokontroler Arduino. Dengan durasi pelatihan lima hari dan metode 90 persen praktik, peserta didorong untuk langsung menciptakan karya berbasis teknologi.

Terinspirasi dari kisah kebangkitan pendidikan Jepang pasca Perang Dunia II serta semangat pemerataan pendidikan sains hingga pelosok negeri, program ini bertujuan menghadirkan pelatihan coding yang inklusif dan mudah diakses.

Selama ini, pelatihan coding identik dengan biaya mahal dan akses terbatas. SCOCA MAS mematahkan stigma tersebut dengan menyediakan pelatihan gratis, sistem pendaftaran sederhana melalui WhatsApp, serta jadwal fleksibel berdasarkan angkatan.

Sasaran program ini meliputi:

• Guru SD, SMP, SMA

• Pelajar

• Mahasiswa

• Masyarakat umum

Dengan strategi ini, penyebaran ilmu coding diharapkan semakin masif dan merata.

Sistem Pelatihan: 5 Hari Full Praktik Coding Arduino

Program SCOCA MAS dirancang dengan konsep pelatihan singkat namun efektif:

• Nama Program: Short Course Coding Arduino untuk Masyarakat (SCOCA MAS)

• Durasi: 5 hari

• Metode: Tatap muka (10% teori, 90% praktik)

• Biaya: Gratis

• Peserta per Angkatan: 8–12 orang

• Pendaftaran: Melalui WhatsApp

Model ini memungkinkan peserta langsung memahami dasar pemrograman Arduino dan mengaplikasikannya dalam proyek nyata.

Hasil Nyata: Smart Bin hingga Pengajar Coding

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2025, SCOCA MAS telah menghasilkan berbagai karya inovatif dari peserta. Di antaranya:

• Smart Bin Konvensional

• Smart Bin Organik-Anorganik

• Patung burung merak dengan sayap otomatis bergerak

Pelaksanaan perdana dilakukan di SMA Negeri 1 Juwana dengan 20 siswa sebagai peserta. Program kemudian berlanjut di SD Negeri Pohgading dan LP3I Pati.

Dari program ini, dua peserta bahkan berhasil menjadi pengajar coding di dua lembaga pendidikan berbeda, menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Memasuki 2026, program semakin berkembang dengan empat angkatan yang telah berjalan hingga Februari:

• Angkatan I di BLK Pati (12 peserta)

• Angkatan II di SMA Muhammadiyah 1 Pati (12 siswa)

• Angkatan III di BLK Pati (6 peserta)

• Angkatan IV di BLK Pati (5 peserta)

Selain coding Arduino, pengembangan program juga melahirkan Short Course Excel yang telah berjalan satu angkatan.

Keunggulan SCOCA MAS

Program ini memiliki sejumlah keunggulan kompetitif:

✔ Gratis tanpa pungutan biaya

✔ Pendaftaran mudah dan terbuka kapan saja

✔ Fleksibel lokasi pelaksanaan

✔ Fokus praktik langsung

✔ Inovasi pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat

SCOCA MAS bahkan diklaim sebagai program short course coding Arduino gratis pertama di lingkungan BLK se-Jawa Tengah.

Program ini dijalankan dengan efisiensi anggaran. Kebutuhan utama berupa Arduino Kit dengan estimasi harga Rp350.000 per unit. Dengan dukungan fasilitas komputer dan proyektor, pelatihan dapat berjalan optimal tanpa membebani peserta.

Maksud utama dari SCOCA MAS adalah mencetak generasi pencipta, bukan sekadar pengguna teknologi. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya belajar menggunakan perangkat digital, tetapi juga memahami cara merancang dan memprogram sistem berbasis mikrokontroler.

Jika penyebaran coding terus meluas, maka akan lahir generasi yang mampu menciptakan solusi teknologi secara mandiri dan inovatif.

SCOCA MAS menjadi contoh nyata inovasi daerah dalam meningkatkan kompetensi digital masyarakat. Dengan sistem pelatihan singkat, gratis, dan aplikatif, program ini berpotensi menjadi model pengembangan literasi teknologi berbasis komunitas di Indonesia.

Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan mencetak generasi kreatif yang siap menghadapi era transformasi digital. (Aris)

×
Berita Terbaru Update