Notification

×

Iklan

Iklan

Tinjau Banjir Pati, Taj Yasin Umumkan Rencana Tanggul Karet dan Normalisasi Sungai

22/01/26 | 09:57 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-22T02:57:05Z


PatiToday.com
, PATI – Plh Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, melakukan kunjungan peninjauan langsung terhadap wilayah terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, pada hari Rabu (21 Januari 2026). Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dengan fokus peninjauan pada Desa Bumirejo dan Desa Doropayung untuk mengevaluasi kondisi aktual warga serta mengukur efektivitas langkah-langkah penanganan banjir yang telah dijalankan di lapangan oleh berbagai pihak terkait.

 

Kegiatan peninjauan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif pemerintah provinsi dan kabupaten dalam merespons situasi darurat banjir yang melanda wilayah bagian utara Kabupaten Pati. Menurut informasi yang disampaikan Plh Gubernur Taj Yasin, hingga saat ini kondisi banjir masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik, dengan sebanyak 18 desa di Kecamatan Juwana masih terendam air. Jumlah total warga yang terdampak oleh fenomena alam ini mencapai sekitar 16.000 orang, yang menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan bantuan serta pencarian solusi komprehensif untuk mengatasi masalah banjir di daerah tersebut.

 

“Kondisi banjir saat ini masih membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Kami datang langsung ke lokasi untuk melihat bagaimana kondisi sebenarnya yang dihadapi oleh warga masyarakat, serta bagaimana kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan elemen masyarakat lainnya berjalan dalam menangani situasi ini,” ujar Taj Yasin dalam kesempatan tersebut.

 

Beliau juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap keberadaan dapur umum yang telah beroperasi secara maksimal di tiga titik lokasi terdampak banjir. Selain itu, kerja sama yang erat yang terjalin antara berbagai institusi dan komunitas masyarakat juga mendapatkan pujian khusus. 


“Ini luar biasa bagaimana semangat kolaborasi dan gotong royong bisa terwujud dengan baik dari berbagai pihak, mulai dari FKUB, tenaga perawat kesehatan, hingga anggota TNI dan Polri. Bahkan kualitas makanan yang disediakan di dapur umum juga sudah memenuhi standar yang diharapkan,” tambahnya.

 

Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya banjir skala besar di Kabupaten Pati, menurut Plh Gubernur Taj Yasin, adalah kondisi geografis sungai yang berada pada ketinggian rendah. Selain itu, limpahan air yang berasal dari wilayah hulu serta pengaruh rob laut yang datang secara bersamaan juga memperparah situasi banjir di daerah tersebut. Untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh dan berkelanjutan, pihak pemerintah provinsi mendorong implementasi program penanganan banjir terpadu yang melibatkan berbagai instansi terkait.

 

“Kami memiliki visi untuk melakukan penanggulangan banjir secara struktural, di antaranya dengan pembuatan kantong pengendalian air atau sistem pembagian pengairan yang lebih terarah. Selain itu, kami juga sedang mempertimbangkan rencana pembangunan saluran air baru yang akan mengarahkan aliran air langsung ke laut, sehingga dapat mengurangi tekanan pada sungai yang ada saat ini,” jelas Plh Gubernur mengenai rencana penanganan jangka panjang.

 

Rencana tersebut juga mencakup beberapa langkah strategis lainnya, seperti peninggian ketinggian tanggul sungai serta wacana pembangunan tanggul karet di wilayah bagian utara Kabupaten Pati. Tanggul karet ini diharapkan dapat berperan efektif dalam menahan dorongan ombak rob laut, sehingga secara bertahap dapat melindungi kawasan permukiman yang berada di daerah pesisir dari ancaman banjir rob.

 

Untuk menangani situasi darurat banjir yang sedang berlangsung saat ini, pihak pemerintah fokus melakukan upaya pengendalian debit air di wilayah bagian utara Kabupaten Pati dengan menggunakan sistem pompa yang akan mengarahkan aliran air menuju laut secara langsung. 


Menurut penjelasan Taj Yasin, melakukan pemompaan air secara langsung di area permukiman tidak dianggap efektif, karena air yang telah dipompa keluar cenderung akan kembali masuk akibat limpahan air dari wilayah sekitar yang masih terendam.

 

Selain itu, Plh Gubernur juga menegaskan bahwa layanan kesehatan bagi seluruh warga terdampak banjir telah berjalan dengan baik dan terjaga secara maksimal. 


“Untuk kondisi layanan kesehatan di wilayah terdampak, Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik. Ketersediaan obat-obatan juga telah dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya, sambil menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap kelompok lansia yang membutuhkan pemeriksaan medis secara berkala dan pelayanan kesehatan lanjutan.

 

Terkait dengan distribusi bantuan yang diberikan kepada warga terdampak, Plh Gubernur Taj Yasin menegaskan secara tegas bahwa tidak boleh ada satu pun warga masyarakat yang terlewatkan atau tidak mendapatkan akses terhadap bantuan yang dibutuhkan. Hal ini terutama berlaku untuk wilayah-wilayah yang berada di pelosok daerah, seperti Desa Karangrowo dan Desa Mintobasuki, yang hingga saat ini belum sepenuhnya tersentuh oleh distribusi bantuan. 


“Kami menetapkan prinsip bahwa tidak ada satu orang pun yang boleh terlupakan. Semua bantuan yang telah disiapkan harus dapat sampai kepada seluruh warga terdampak secara merata,” tegasnya, sekaligus meminta agar pihak kecamatan segera menyusun data lengkap mengenai jumlah warga terdampak untuk memastikan pemerataan distribusi bantuan.

 

Setelah menyelesaikan kunjungan bersama Plh Gubernur Jawa Tengah, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, melanjutkan kunjungan mandiri untuk mengecek kondisi langsung di Desa Mintomulyo, Kecamatan Juwana. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan harapan yang mendalam agar banjir yang melanda Kabupaten Pati dapat segera surut, serta berbagai rencana solusi penanganan banjir jangka panjang yang telah direncanakan dapat terealisasi dalam waktu dekat.

 

“Kami mengharapkan doa serta dukungan dari seluruh masyarakat untuk Kabupaten Pati, semoga banjir yang sedang melanda ini dapat segera surut dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal. Kami telah merencanakan berbagai langkah solusi bersama Pak Gubernur, serta bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan proses normalisasi sungai serta pembuatan sodetan Sungai Juwana. Semoga seluruh rencana ini dapat terealisasi pada tahun depan,” ujar Plt Bupati Risma Ardhi Chandra, yang pada kesempatan tersebut juga didampingi oleh Ketua I Bidang Pembinaan Karakter dan Keluarga TP-PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra. (Aris)

×
Berita Terbaru Update